Yen
Jepang, mata uang tunggal Eropa dan sterling mengalami rally pelemahan terhadap
dollar AS. Mata uang yen Jepang menjadi salah satu mata uang utama dunia yang
alami penurunan terbesar terhadap dollar saat ini.
Nilai
tukar yen Jepang tercatat menyentuh level 106 per dollar AS, yang
merupakan harga rendah dalam 6 tahun terakhir di perdagangan hari Selasa.
Pelemahan yen berlanjut setelah dirilisnya ‘minutes’ atau notulen hasil rapat
pertemuan Bank of Japan di bulan Agustus lalu.
Minutes
dari pertemuan kebijakan BOJ bulan Agustus menunjukkan sejumlah petinggi bank
sentral beranggapan bahwa ekspor menjadi kurang responsif terhadap pelemahan
yen, sebagian karena banyak perusahaan Jepang telah mengalihkan produksi ke
luar negeri.
Gubernur
BOJ Haruhiko Kuroda menekankan bahwa pelemahan yen masih positif bagi
perekonomian Jepang, dan cukup wajar jika dollar menguat mengingat the Fed akan
segera menaikkan suku bunga sementara BOJ mempertahankan kebijakan moneternya
tetap longgar.
Bagaimanapun
juga, sejumlah petinggi di Jepang dan analis pasar memperingatkan bahwa
pelemahan yen lebih lanjut dapat menimbulkan dampak negatif seperti menaikkan
biaya bahan bakar dari impor bahan mentah untuk perusahaan Jepang. Pandangan
tersebut mungkin akan menjadi kenyataan jika sektor ekspor masih tetap lemah
meski setelah pertumbuhan global bertambah cepat.
Kurs
yen ditransaksikan pada kisaran 106.27 setelah anjlok hingga 106.35 terhadap
dollar AS

0 comments:
Post a Comment