Mata uang Dollar AS menunjukan
performa yang apik belakangan ini, indikasi bank sentral akan menaikan suku
bunga pada awal tahun depan telah memicunya. Selain itu rilis data-data ekonomi
yang solid menambah dukungan untuk menguat.
Dolar
menguat ke level tertinggi tahun ini terhadap yen pada sesi Selasa
kemarin didukung oleh rilis optimis data manufaktur dan konstruksi AS.
Sementara euro melemah kelevel rendah 12 bulan terhadap dollar.
Sektor
manufaktur AS menembus level puncak hampir 3‐1/2
tahun di bulan Agustus dan belanja konstruksi (construction spending) rebound
tajam di bulan Juli, tanda‐tanda terbaru dari kekuatan ekonomi
AS. Indeks The Institute for Supply Management’s secara tak terduga naik
ke 59, itu adalah level tertinggi sejak Maret 2011, dari 57.1. di laporkan oleh
kelompok yang berbasis di Arizona pada hari ini. Pembacaan di atas 50
menunjukkan pertumbuhan. Estimasi median dalam survei Bloomberg menunjukkan
pembacaan 57. Data tersebut telah mengangkat dolar hampir
0,8% terhadap yen Jepang, mendorongnya untuk naik
di atas level 105 yen yang untuk pertama kalinya
sejak pekan pertama tahun ini.
Dipenghujung
pekan ini akan dirilis data tenaga kerja AS yang menjadi fokus perhatian pelaku
pasar. Data non-farm employment change atau pertambahan pekerjaan baru diluar
sektor pertanian dibulan Agustus diprediksi tumbuh sebesar 222.000 melebihi
data dibulan sebelumnya 209.000 pekerjaan. Dan tingkat pengangguran diprediksi
turun kelevel 6.1% dari 6.2% dibulan sebelumnya. Positifnya perkiraan data
tenaga kerja diprediksi membuat dollar semakin terapresiasi menguat.
Indeks
dollar bergerak naik kelevel tinggi di 83.065 menjauhi level rendah minggu ini
di 82.660.

0 comments:
Post a Comment