Pergerakan
mata uang tunggal Eropa menyentuh level terendah dalam setahun pada awal pekan
ini jelang pertemuan ECB. Pelemahan euro disebabkan meningkatnya kecemasan mengenai
krisis di Ukraina membuat mata uang tampil defensif menjelang pertemuan
kebijakan European Central Bank pekan ini. Euro sempat menyentuh level rendah
pada $1.3117, level rendah yang belum pernah dicapai sejak awal September 2013.
Euro saat ini diperdagangkan di kisaran level $1.3125, melemah sekitar 0.1%.
Presiden
Ukraina Petro Poroshenko memperingatkan adanya sebuah “perang dengan skala
penuh” dalam waktu dekat jika pasukan Rusia terus melanjutnya dukungannya
terhadap pemberontak pro-Moskow seiring pihak Eropa dan Amerika Serikat
mengancam Rusia dengan sanksi baru. Anali mengatakan resiko terhadap
pertumbuhan zona euro dari konflik di Ukraina dan inflasi yang melekat pada
level rendah akan terus mendesak European Central Bank untuk meluncurkan stimulus
tambahan pada tahap tertentu, jika bukan pada pekan ini.
Sementara
Euro dapat ditopang oleh aksi short-covering jika ECB tidak mengambil langkah
apapun pada pertemuan kebijakan hari Kamis, rebound hanya akan berlangsung
sementara, ucap Masashi Murata, strategis mata uang pada Brown Brothers
Harriman di Tokyo. Ekspektasi untuk stimulus moneter tambahan dari ECB dalam
beberapa bulan kedepan akan tetap ada dan menekan euro turun, ucapnya.
“Perekonomian Jerman mulai menunjukkan sinyal pelemahan, dan menurutku akan
sulit bagi ECB untuk menghilangkan bias pelonggarannya,” ucap Murata.

0 comments:
Post a Comment