Pada
siang ini Dollar AS terlihat menguat terhadap rival-rivalnya. Indeks dollar
yang mengukur nilai tukar dollar terhadap sejumlah mata uang utama dunia
menguat kembali. Indeks dollar terpantau menguat ke level 82.84 dari level
pembukaan 82.77, dan sempat menyentuh level tertinggi harian 82.93. Penguatan
dollar telah menekan emas kelevel terendah dalam sepekan terakhir. Pelemahan
emas tersebut mengesampingkan gejolak yang terjadi di Ukraina.
Spekulasi
The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan
sebelumnya membuat dollar terus menguat. Pada pertemuan Jackson Hole dua pekan
lalu, chairwomen Fed, Janet Yellen, memberikan sinyal Fed dapat menaikkan suku
bunga jika pasar tenaga kerja terus menunjukkan pemulihan lebih cepat dari
estimasi. Data tenaga kerja AS atau yang lebih dikenal dengan non-farm payrolls
akan dirilis pada hari Jumat pekan ini.
Data-data
ekonomi AS yang dirilis pekan lalu juga mendukung spekulasi tersebut. Pada hari
Kamis lalu AS merilis data produk domestik bruto kuartal kedua pengukuran kedua
naik menjadi 4,2% dari pengukuran pertama sebesar 4,0%, sekaligus mematahkan
estimasi penurunan menjadi 3,9% oleh para ekonom. Data lain menujukkan klaim pengangguran
mingguan menurun sebesar 1.000 klaim menjadi 298.000 klaim.
Emas
saat ini diperdagangkan pada kisaran $1277 per troy ons setelah sempat anjlok
hingga level rendah $1274.50.

0 comments:
Post a Comment