Mata
uang tunggal Eropa mengalami penurunan terbesar dalam tiga tahun terakhir
setelah European Central Bank (ECB) diluar dugaan membuat kebijakan yang
mengejutkan pasar. ECB memangkas tingkat suku bunga sebesar 10 basis poin
kelevel terendah dari 0.15% menjadi 0.05%. ECB juga merilis pembelian aset
senilai 1 trilyun euro. Perubahan tersebut mendorong yield obligasi jangka
pendek menuju area negatif di Jerman, Perancis, Belanda, dan Austria,
memberikan investor insentif berlebih untuk menjual euro demi aset ber-yield
lebih tinggi lainnya.
Presiden
Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengumumkan pemangkasan suku bunga dan rencana
baru untuk mengalirkan uang menuju perekonomian zona euro. Dalam konferensi
pers, Draghi mengatakan tujuannya adalah untuk mengembangkan neraca ECB ke
level tinggi yang dicapai pada awal 2012, yang mana adalah kenaikan sekitar 50%
atau 1 trilyun euro pada aset baru. “Dewan Kebijakan ECB akan mengalirkan uang
menuju perekonomian sembari menghukum bank Eropa yang tidak menggunakannya,”
ucap Valentin Marinov, analis pada CitiFX.
Euro
anjlok pasca rilis suku bunga dan pernyataan pers Mario Draghi, selain itu
penyebab euro terus anjlok adalah penguatan dollar. Rilis data ekonomi AS
yang positif menguatkan peluang penarikan stimulus oleh Federal Reserve,
mendorong dollar naik dan menekan euro dan emas.
Euro
bergerak turun dari harga 1.3140 ke level terendah Kamis di 1.2920 atau telah
melemah 220 pips sesuatu yang jarang terjadi dalam satu hari perdagangan. Untuk
hari ini euro masih dapat lanjutkan penurunan bila data tenaga kerja AS
(non-farm payroll) dirilis sesuai perkiraan yang meningkat dan tingkat pengangguran
berkurang.

0 comments:
Post a Comment